Value Erick Thohir Untuk Produk UMKM Harus Mahal

Jakarta – Menteri BUMN Eric Thohir memperkirakan produk UMKM tidak boleh murah. Hal ini dikarenakan proses produksinya membutuhkan banyak modal dan tenaga.

Untuk itu, pemerintah berdedikasi untuk membangun ekosistem bagi usaha kecil dan menengah (UKM), dengan mengesampingkan sektor itu sendiri. Tapi mereka harus saling mendukung dan harus ada hasil yang nyata.

Di sini Anda dapat melihat bagaimana kami dapat memastikan bahwa setiap UKM dalam usaha kecil tidak hanya mampu masuk kelas, tetapi juga berkelanjutan.”

Eric juga tidak ingin ada persepsi yang membedakan produk UMKM dengan standar yang buruk. Dia ingin membuktikan bahwa bahkan produk usaha kecil bernilai harga tinggi.

Ia menekankan, “Sebenarnya produk ini (usaha kecil) adalah buatan tangan. Meski produk unik dari masyarakat kita, harganya mahal. Jadi, harus didorong.”

Oleh karena itu, ia juga puas dengan apresiasi Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva atas minat pemerintah terhadap UMKM.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi kantor pusat UMKM di Gedung Sarinah Jakarta bersama Eric Thohir dan Sandiaga Ono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Eric Thohir mengatakan, “Artinya kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berjalan ke arah yang benar, dan bersama-sama mari kita dorong genangan itu lagi.'”

* Apakah itu nyata atau scam? Silakan kirim WhatsApp ke Liputan6.com Fact Check Number 0811 9787670 dengan memasukkan kata kunci yang diperlukan untuk mengetahui kebenaran informasi yang disebarluaskan.

Persaingan global sekarang semakin umum dan usaha kecil dan menengah (UMKM) didorong untuk memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar mereka.

Saat ini, UKM Indonesia harus mendigitalkan dan mengglobalkan bisnisnya untuk mengembangkan cara berpikir baru tentang penggunaan teknologi informasi.

Baca juga  Startup Green Labs Siap Untuk Mempercepat Ekspansi Global Setelah Mengumpulkan $140 Juta Dalam Pendanaan Seri C.

Menurut data Indonesia E-Commerce Association (idEA) hingga Mei 2022, jumlah UMKM/IKM/Pengrajin yang terdaftar mencapai 19,1 juta, mendekati target 30 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) digital. – UKM pada tahun 2023. Potensi usaha kecil dan UKM serta produk unggulan Indonesia ada di Provinsi Papua.

Selain sumber daya alamnya yang melimpah, Papua kaya akan budaya, dengan produk lokal yang unik. Dengan memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi digital yang dibangun pemerintah, UKM di Papua bisa lebih berkembang,” ujarnya.

Bahkan dalam hal ini, Kementerian Dalam Negeri dengan bangga mendukung gerakan nasional Made in Indonesia yang dilandasi oleh keinginan pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri yang disebutkan dalam Perpres No. 100. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Philip Gobang, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, menyambut baik harapan tersebut dengan menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Intelijen, bersama pemangku kepentingan lainnya, berkomitmen untuk mengembangkan UKM Papua, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga implementasi literasi digital.

“Karena UMKM merupakan salah satu penyumbang utama PDB, Gerakan Nasional Indonesia (Gernas BBI) yang membanggakan diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi negara. Untuk periode Juni hingga Agustus 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjuk Manajer Kampanye Gernas BBI Provinsi Papua “.

Keempat sektor tersebut juga memberikan dukungan untuk meningkatkan digitalisasi UKM dalam hal implementasi, pelatihan dan sumber daya manusia.

Selain aplikasi, kami mendukung pengikut SNS sehingga kami dapat dengan mudah berkomunikasi dan mempromosikan ke publik.

Konkoro mengatakan, “Semua BUMN dengan pendapatan di atas 1 triliun di badan usaha milik negara wajib menyiapkan tempat pelatihan mulai dari pengembangan usaha kecil, satgas bencana hingga program PK/BL/KUR,” kata Konkoro. .

Baca juga  Anggota Komisi 11 Meminta Pemerintah Memperhatikan Dampak Penyederhanaan Tarif Tembakau Terhadap Produsen Kecil.

You May Also Like

About the Author: Denok Safitri